Jakarta, wartakini.id – Profesi koki di kapal tanker Indonesia kini menjadi buah bibir, terutama terkait besaran gajinya yang menggiurkan. Perhatian publik ini mencuat seiring dengan insiden tertahannya dua kapal tanker milik Pertamina di Selat Hormuz, yang secara tidak langsung menyoroti kehidupan dan dedikasi seluruh awak kapal.

Related Post
Dua armada penting Pertamina, VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang mengemban misi vital mengangkut minyak dan gas untuk pasokan energi nasional, saat ini belum dapat melanjutkan pelayaran melalui Selat Hormuz. Kondisi ini secara otomatis mengalihkan perhatian pada kompleksitas dan tantangan yang dihadapi para pelaut Indonesia.

Menanggapi situasi tersebut, Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri. "Bersama dengan Kementerian Luar Negeri, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman," ungkap Vega.
Di tengah dinamika operasional yang penuh tantangan ini, sorotan juga tertuju pada kesejahteraan awak kapal, tak terkecuali para koki. Profesi ini, selain menuntut tanggung jawab besar dan menghadapi risiko tinggi, juga menawarkan remunerasi yang cukup menarik perhatian.
Menurut penelusuran wartakini.id dari berbagai sumber, besaran gaji koki kapal tanker sangatlah dinamis, dipengaruhi oleh beberapa faktor krusial. Ini termasuk jenis operasional kapal, ukuran armada, tingkat pengalaman koki, serta rute pelayaran yang ditempuh. Untuk pelayaran internasional, seorang koki kapal tanker dapat mengantongi gaji mulai dari sekitar Rp12 juta hingga menembus angka lebih dari Rp20 juta per bulan.
Sementara itu, bagi koki yang bertugas di kapal tanker rute domestik, khususnya yang berafiliasi dengan Pertamina, umumnya menerima penghasilan di atas Rp10 juta. Posisi yang lebih senior seperti Kepala Koki (Chief Cook) atau mereka yang terikat kontrak pelayaran internasional, memiliki potensi untuk memperoleh pendapatan yang jauh lebih substansial. Ini menunjukkan bahwa peran koki di kapal tanker bukan sekadar menyiapkan hidangan, melainkan juga sebuah profesi dengan nilai ekonomi yang tinggi dan menjanjikan.








Tinggalkan komentar