Rupiah Anjlok ke Rp17.600: Sektor Industri Ini Terancam Ambruk!

wartakini.id – Jakarta. Kekhawatiran melanda dunia usaha Indonesia setelah nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan signifikan. Mata uang Garuda sempat menyentuh level krusial Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) sebelum akhirnya menutup perdagangan kemarin di posisi Rp17.596 per dolar AS. Anjloknya rupiah ini sontak menimbulkan keresahan mendalam di kalangan pengusaha, mengingat dampaknya yang meluas ke berbagai sektor industri.

Menurut data yang dirilis oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), sejumlah sektor usaha kini berada di garis depan risiko. Industri-industri dengan tingkat ketergantungan impor yang tinggi, seperti petrokimia, plastik, makanan dan minuman, farmasi, serta manufaktur berbasis energi, diidentifikasi sebagai yang paling rentan terhadap tekanan nilai tukar ini.

Rupiah Anjlok ke Rp17.600: Sektor Industri Ini Terancam Ambruk!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Ketua Umum Apindo, Shinta W Kamdani, menyoroti dampak konkret dari fenomena ini. Ia menjelaskan, kenaikan harga nafta, yang merupakan bahan baku esensial bagi industri plastik, telah memicu lonjakan harga resin hingga puluhan persen. Situasi ini, lanjut Shinta, menciptakan efek domino yang merugikan, tidak hanya memukul industri kemasan tetapi juga merembet ke berbagai sektor hilir lainnya yang bergantung pada produk plastik.

Kondisi ini menuntut strategi adaptasi yang cepat dari para pelaku usaha agar tidak semakin terperosok dalam tekanan ekonomi. Pemerintah dan industri diharapkan dapat bersinergi mencari solusi jangka pendek maupun panjang untuk menjaga stabilitas dan daya saing di tengah gejolak nilai tukar global.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar