Geger Penutupan Alfamart Lombok, Gaji Karyawan Terkuak!

Author Image

Masih Lionel

27 Mei 2026, 04:02 WIB

Wartakini.id – Gelombang penutupan puluhan gerai ritel modern Alfamart di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memicu kehebohan publik dan aksi unjuk rasa karyawan. Di tengah pusaran spekulasi, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akhirnya angkat bicara, menegaskan bahwa akar masalahnya murni terletak pada penataan perizinan dan kesesuaian tata ruang, bukan faktor ekonomi seperti yang banyak diperbincangkan.

Pernyataan Kemendag ini sekaligus membantah berbagai rumor negatif yang sempat beredar luas di jagat maya mengenai stabilitas iklim usaha di wilayah tersebut. Saat ini, pemerintah pusat melalui Kemendag tengah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah setempat. Tujuannya adalah mencari jalan keluar terbaik, khususnya demi menjamin nasib ratusan pekerja yang kini terancam kehilangan mata pencarian akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Geger Penutupan Alfamart Lombok, Gaji Karyawan Terkuak!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Isu penutupan gerai Alfamart di Kabupaten Lombok Tengah ini memang mendadak menjadi sorotan tajam setelah puluhan karyawan yang terdampak PHK menggelar aksi demonstrasi menuntut keadilan. Kondisi penutupan yang tiba-tiba, diikuti oleh gelombang protes, sempat memicu "bola liar" spekulasi di media sosial, mempertanyakan alasan sebenarnya di balik tumbangnya toko ritel modern tersebut.

Di tengah drama penutupan dan tuntutan karyawan, pertanyaan mengenai standar gaji pegawai Alfamart pun kembali mencuat ke permukaan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kisaran gaji untuk level pelaksana atau staf toko di Alfamart di seluruh Indonesia umumnya berkisar antara Rp2.500.000 hingga Rp4.500.000 per bulan. Angka ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi para pekerja yang kini menghadapi ketidakpastian masa depan.

Related Post