wartakini.id – Mata uang Garuda tampil perkasa di penutupan perdagangan hari ini rupiah melesat tajam 128 poin atau sekitar 071 persen menembus level Rp17860 per dolar Amerika Serikat Sebuah performa yang mengejutkan banyak pihak
Baca Juga
Kenaikan signifikan ini tak lepas dari sejumlah sentimen positif yang berhembus dari kancah global Salah satu pemicu utamanya adalah kabar dari Washington Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan membatalkan rencana serangan militer yang sebelumnya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah Trump mengklaim diskusi dengan Iran menunjukkan kemajuan berarti bahkan sebuah kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional disebut bisa tercapai akhir pekan ini Meski demikian Teheran masih menyatakan belum mengambil keputusan final

Sebelumnya ketegangan memuncak saat Iran mendeklarasikan penutupan paksa Selat Hormuz sebuah jalur pelayaran vital yang menjadi arteri bagi seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair dunia Ancaman penembakan terhadap kapal-kapal yang mencoba melintas sempat membuat harga energi melonjak tak terkendali seperti yang diungkapkan Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi dalam risetnya Jumat 12 Juni 2026 Blokade Teheran selama berbulan-bulan telah memicu inflasi energi yang signifikan
Meski media pemerintah Iran sempat melaporkan pencegahan sebuah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi militer AS melalui media sosial menegaskan bahwa arus pelayaran komersial tetap berlangsung normal
Selain dinamika geopolitik data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat juga turut memperkuat posisi rupiah Indeks harga produsen IHP AS pada Mei 2026 melonjak lebih tinggi dari perkiraan mencatat kenaikan tahunan terbesar dalam tiga setengah tahun terakhir Pembengkakan biaya energi menjadi faktor dominan yang memicu gejolak inflasi di perekonomian Paman Sam Kondisi ini semakin menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi rupiah untuk unjuk gigi





































