Geger Mobil Listrik Dilarang AS Padahal Bukan Buatan China

Author Image

Masih Lionel

3 Juli 2026, 21:06 WIB

wartakini.id – Dunia otomotif dikejutkan oleh pengumuman dari Polestar, pabrikan kendaraan listrik asal Swedia. Pada 26 Juni 2026, Departemen Perdagangan Amerika Serikat, melalui Biro Industri dan Keamanan, secara resmi menolak izin penjualan kendaraan Polestar mulai model tahun 2027. Keputusan ini menimbulkan tanda tanya besar mengingat reputasi Polestar sebagai inovator EV.

Penyebab utama di balik keputusan drastis ini adalah kepemilikan mayoritas Polestar oleh Geely, raksasa otomotif dari Tiongkok yang juga menaungi merek-merek ternama seperti Volvo dan Lotus. Amerika Serikat memberlakukan aturan ketat yang menargetkan kendaraan yang terhubung secara digital, terutama yang memiliki keterkaitan dengan entitas dari Tiongkok atau Rusia.

Geger Mobil Listrik Dilarang AS Padahal Bukan Buatan China
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Aturan ketat ini, yang dikenal sebagai Connected Vehicle Rule, pertama kali diperkenalkan pada Januari 2025 di penghujung era pemerintahan Biden dan tetap dipertahankan secara penuh oleh administrasi Trump. Regulasi ini secara eksplisit melarang penjualan kendaraan yang memiliki konektivitas digital dan dimiliki dikendalikan atau tunduk pada yurisdiksi Tiongkok atau Rusia.

Yang dimaksud dengan "terhubung" bukan sekadar lokasi perakitan fisik kendaraan. Larangan ini mencakup infrastruktur digital yang sangat vital bagi fungsi modern mobil seperti Bluetooth Wi-Fi konektivitas seluler sebagian teknologi komunikasi satelit dan perangkat lunak swakemudi. Pemerintah AS berargumen bahwa perusahaan asal Tiongkok dapat dipaksa untuk berbagi data pengemudi atau bahkan memberikan akses jarak jauh ke kendaraan yang beroperasi di wilayah Amerika Serikat.

Ironi keputusan ini semakin mencolok. Polestar 3 yang akan datang dirakit di pabrik Volvo di Charleston Carolina Selatan Amerika Serikat. Sementara itu Polestar 4 diproduksi di Busan Korea Selatan. Tidak ada satu pun model yang dirakit di Tiongkok. Namun keduanya tetap terkena imbas larangan ini karena regulasi tersebut menyasar asal-usul perangkat lunak dan struktur kepemilikan bukan sekadar lokasi pabrik perakitan.

Situasi ini menjadi lebih kontroversial ketika Volvo yang juga berada di bawah payung Geely dan memproduksi sebagian mobil Polestar justru berhasil mendapatkan pengecualian atau waiver pada Mei 2026. Mengapa Polestar tidak mendapatkan perlakuan yang sama menjadi pertanyaan besar yang belum terjawab memicu spekulasi dan perdebatan di kalangan industri otomotif global.

Related Post