wartakini.id – Pertarungan sengit di pasar otomotif Indonesia memaksa Wuling Motors mengambil langkah drastis. Pabrikan raksasa asal Tiongkok ini kini dihadapkan pada ujian terberat untuk mempertahankan dominasinya di segmen kendaraan listrik. Dengan gempuran rival senegara yang kian agresif Wuling tidak punya pilihan selain merombak total lini produknya. Sebuah nama baru Aira digadang-gadang bakal menjadi suksesor Air EV siap menggebrak pasar dan mengembalikan kejayaan yang sempat goyah.
Baca Juga
Perjalanan Wuling di Tanah Air selama satu dekade terakhir penuh liku. Dimulai pada 2017 mereka menjejakkan kaki dengan andalan Confero mencatat penjualan 3.268 unit dan pangsa pasar 0,3 persen. Tahun-tahun berikutnya kehadiran Cortez dan Formo lalu puncaknya Almaz pada 2019 berhasil mendongkrak penjualan ritel hingga menembus 21.112 unit menguasai 2,0 persen pasar.

Namun badai pandemi pada 2020 sempat menghantam keras membuat penjualan anjlok 54,9 persen menjadi 9.523 unit. Kebijakan insentif PPnBM di 2021 menjadi penyelamat memicu lonjakan penjualan wholesales hingga 288,5 persen mencapai 25.546 unit menandai total kumulatif lebih dari 60.000 unit dalam empat tahun pertama.
Titik balik krusial terjadi pada 2022 ketika Wuling memasuki era elektrifikasi dengan meluncurkan Air EV. Dalam waktu singkat hanya dari Agustus hingga Desember Air EV sukses mencatatkan penjualan 8.053 unit. Angka ini tidak hanya mendominasi 77,98 persen lini EV Wuling tetapi juga menguasai 68,7 persen pangsa pasar BEV nasional menjadikannya pionir di segmen ini.
Kini dengan persaingan yang semakin ketat dan pergeseran minat konsumen yang cepat Wuling dituntut untuk terus berinovasi. Kehadiran Aira sebagai penerus Air EV bukan sekadar penyegaran produk melainkan sebuah strategi besar untuk kembali merebut hati konsumen dan mengukuhkan posisi Wuling sebagai pemimpin di pasar kendaraan listrik Indonesia yang terus berkembang.





































