Rekor 72 Bulan Hancur Defisit Dagang RI Mengejutkan

Author Image

Masih Lionel

4 Juli 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor ekonomi nasional Indonesia setelah neraca perdagangan mencatat defisit signifikan sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Angka merah ini bukan sekadar penurunan biasa melainkan sebuah fenomena yang mengakhiri rekor surplus perdagangan yang telah bertahan kokoh selama 72 bulan berturut-turut sebuah pencapaian yang sebelumnya menjadi kebanggaan sekaligus penopang stabilitas ekonomi tanah air.

Perubahan drastis ini menjadi sorotan tajam mengingat pada April 2026 Indonesia masih membukukan surplus tipis sebesar 89,1 juta dolar AS. Namun lonjakan impor yang tidak diimbangi peningkatan ekspor membuat neraca perdagangan berbalik arah secara dramatis dalam hitungan satu bulan. Defisit Mei 2026 ini menandai kali pertama Indonesia mengalami kerugian neraca perdagangan setelah enam tahun penuh konsisten mencetak surplus.

Rekor 72 Bulan Hancur Defisit Dagang RI Mengejutkan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menurut penjelasan dari Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik BPS Ateng Hartono faktor utama di balik defisit ini adalah kinerja sektor minyak dan gas migas. Kebutuhan impor migas yang tinggi serta fluktuasi harga komoditas global disinyalir menjadi pemicu utama yang menyeret neraca perdagangan nasional ke zona negatif.

Meskipun demikian ada secercah harapan. Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026 neraca perdagangan Indonesia masih menunjukkan angka positif. Kondisi ini largely ditopang oleh performa impresif dari sektor non-migas yang berhasil menjaga momentum ekspor dan menyeimbangkan tekanan dari sektor migas. Pemerintah dan pelaku ekonomi kini dihadapkan pada tantangan untuk menganalisis lebih dalam penyebab defisit ini dan merumuskan strategi jitu agar tren surplus dapat kembali dipertahankan di masa mendatang.

Related Post