wartakini.id – PT PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI membuat gebrakan signifikan dalam upaya diversifikasi energi nasional. Fokus utama mereka kini beralih ke pengembangan bioenergi sebagai motor penggerak transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengukuhkan ketahanan energi Indonesia sekaligus mempercepat pencapaian target emisi.
Baca Juga
Melalui optimalisasi beragam sumber daya seperti biomassa biochar compressed biomethane gas CBG hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif PLN EPI bertekad memangkas dominasi energi fosil. Pemanfaatan sumber daya domestik menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan menciptakan kemandirian energi.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi bioenergi yang luar biasa besar. Menurutnya tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal ketersediaan bahan baku yang melimpah melainkan bagaimana merajut sinergi kokoh lintas sektor. Kolaborasi antara PLN mitra investasi mitra lokal pemerintah regulator akademisi hingga dunia usaha menjadi prasyarat mutlak agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Sebagai subholding PLN yang bertanggung jawab atas pasokan energi primer bagi seluruh pembangkit PLN Group PLN EPI tidak hanya fokus pada batu bara dan gas. Mereka secara agresif memperluas portofolio energi primer berbasis energi baru terbarukan khususnya bioenergi. Transformasi sektor pembangkitan menuju energi hijau telah dimulai secara bertahap. Hampir seluruh pembangkit listrik tenaga diesel PLTD kini telah beralih menggunakan biodiesel B40 sementara pembangkit listrik tenaga uap PLTU mulai mengimplementasikan cofiring biomassa untuk mengurangi konsumsi batu bara.
Selain biomassa PLN EPI juga mengembangkan berbagai produk bioenergi inovatif lainnya. Sebut saja compressed biomethane gas CBG yang berasal dari limbah organik dan cair untuk pembangkit berbasis gas biochar Refuse Derived Fuel RDF dari sampah perkotaan biofuel hingga bioetanol. Semua ini merupakan bagian integral dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan nasional.
Target ambisius PLN EPI adalah mengoptimalkan berbagai sumber energi alternatif di luar fosil. Saat ini Indonesia berada dalam fase krusial transisi energi bersih. Oleh karena itu diversifikasi energi menjadi langkah vital untuk menjamin suplai listrik yang stabil sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional.
Data PLN EPI menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 834 juta ton per tahun. Potensi raksasa ini tersebar di berbagai wilayah terutama Sumatra Kalimantan dan Jawa. Sumbernya berasal dari limbah perkebunan pertanian kehutanan hingga sampah perkotaan yang dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.





































