wartakini.id – Badan Pengelola Investasi Danantara mengambil langkah tegas membersihkan PT Pos Indonesia Persero setelah menemukan berbagai kejanggalan dan penyimpangan serius yang telah mengakar bertahun-tahun. Dugaan rekayasa keuangan menjadi salah satu temuan paling mencolok yang kini sedang dalam sorotan tajam. Bersamaan dengan terkuaknya masalah ini Daud Joseph memilih meletakkan jabatannya sebagai Direktur Utama PT Pos Indonesia. Danantara kini bergerak cepat menyiapkan figur kepemimpinan baru untuk melanjutkan agenda restrukturisasi yang krusial.
Baca Juga
Dugaan Manipulasi Laporan Keuangan Mengguncang

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Rohan Hafas mengungkapkan hasil penelusuran mendalam dan evaluasi komprehensif. Danantara menemukan problematika finansial dan tata kelola perusahaan yang telah menumpuk selama bertahun-tahun di Pos Indonesia. Lebih lanjut sejumlah laporan mengindikasikan adanya praktik penyimpangan termasuk dugaan manipulasi laporan keuangan. Kasus ini sedang dalam proses audit forensik dan investigasi mendalam sesuai ketentuan yang berlaku. Rohan Hafas menegaskan seluruh persoalan yang selama ini membebani perusahaan akan diselesaikan secara bertahap. Danantara tidak akan menolerir segala bentuk praktik yang merusak integritas dan tata kelola perusahaan.
Danantara Bertekad Pulihkan Kepercayaan
Rohan Hafas menekankan setiap temuan akan diproses secara profesional transparan dan sesuai koridor hukum. Fokus utama pembenahan ini adalah mengembalikan PT Pos Indonesia ke jalur perusahaan yang sehat profesional akuntabel dan berintegritas tinggi. Tujuannya agar mampu menjalankan mandatnya secara optimal dalam melayani masyarakat luas.





































