wartakini.id – Proyek raksasa Liquefied Natural Gas LNG Abadi Masela digadang-gadang bakal membawa angin segar bagi perekonomian Maluku. Mega proyek ini bukan sekadar investasi energi namun juga janji manis bagi masyarakat lokal khususnya dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan daerah.
Baca Juga
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan manfaat proyek ini langsung dirasakan oleh warga. Setelah acara peletakan batu pertama di Tanimbar Kamis 16 Juli 2026 Bahlil mengungkapkan bahwa 30 persen dari total kebutuhan tenaga kerja operasional fasilitas pengolahan akan diprioritaskan bagi masyarakat asli Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Ini adalah langkah konkret untuk memberdayakan sumber daya manusia lokal.

Lebih dari sekadar membuka lapangan kerja Lapangan Abadi Masela diprediksi akan menjadi lokomotif penggerak ekonomi yang signifikan. Proyek ini menjanjikan kontribusi fiskal yang substansial baik bagi kas negara maupun pendapatan daerah. Bahlil menambahkan bahwa peningkatan penerimaan nasional dan daerah adalah salah satu dampak positif yang tak terhindarkan dari beroperasinya proyek ini.
Tak hanya itu saat mulai beroperasi penuh proyek Abadi Masela diperkirakan akan menyumbang angka fantastis sebesar 1378 miliar dolar Amerika Serikat ke Produk Domestik Bruto PDB nasional. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya proyek ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu mengubah lanskap ekonomi Maluku menjadi lebih maju dan sejahtera.





































