wartakini.id – Beijing – Guncangan dahsyat tengah melanda industri otomotif global. Raksasa kendaraan listrik Tiongkok BYD kini disebut-sebut sebagai ancaman serius yang siap mengguncang dominasi produsen mobil tradisional di seluruh dunia. Peter Navarro pakar perdagangan dari Gedung Putih bahkan secara terang-terangan menyoroti bagaimana BYD telah menjadi kompetitor paling tangguh yang memberikan tekanan luar biasa pada sektor otomotif.
Baca Juga
Navarro meyakini bahwa kebangkitan BYD bukan tanpa alasan. Perusahaan ini memiliki superioritas dalam ekosistem rantai pasokan skala produksi masif dan banderol harga yang sangat kompetitif. Menurutnya model pengembangan BYD adalah cerminan dari strategi jangka panjang Tiongkok untuk menguasai industri kendaraan listrik global.

Ambisi BYD tidak main-main. Mereka mematok target penjualan sekitar 46 juta kendaraan pada tahun 2025 termasuk 226 juta kendaraan listrik murni. Angka ini diproyeksikan akan melampaui capaian penjualan kendaraan listrik Tesla yang selama ini menjadi pemimpin pasar. Untuk menangkal potensi rintangan dagang BYD juga agresif menggenjot ekspansi manufaktur di berbagai kawasan vital seperti Eropa Asia Tenggara Amerika Latin dan Timur Tengah.
Menyikapi fenomena ini Navarro mendesak negara-negara Barat untuk memperketat benteng pasar mereka. Ia memperingatkan agar tidak meremehkan serbuan mobil listrik murah dari Tiongkok. Pasalnya arena persaingan kini tidak hanya terbatas pada kendaraan itu sendiri namun juga merambah sektor vital seperti teknologi baterai perangkat lunak otomotif hingga seluruh rantai pasokan strategis. Ini adalah pertarungan masa depan yang harus dihadapi dengan serius.





































