Mobil Listrik Rp300 Juta Ini Bikin Kaget Nyaman Bukan Main

Author Image

Masih Lionel

19 Agustus 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – Sebuah perjalanan panjang dari Alam Sutera menuju Bandung mengungkap fakta mengejutkan dari BAIC T1 mobil listrik yang dibanderol sekitar Rp300 jutaan. Bukan performa mesin yang buas atau kapasitas baterai raksasa yang menjadi sorotan utama melainkan sensasi kenyamanan yang tak terduga. Setelah menempuh hampir 200 kilometer daya baterai menyusut dari 95 persen menjadi 16 persen namun pengalaman berkendara justru meninggalkan kesan mendalam pada aspek kenyamanan suspensi dan joknya.

Dilema umum mobil listrik di segmen harga ini seringkali berkutat pada kompromi. Ingin tenaga besar dan baterai jumbo harga melambung. Ingin murah ada saja fitur yang dikorbankan. BAIC T1 memilih jalur berbeda tidak mengunggulkan tenaga puncak maupun baterai terbesar namun berhasil menawarkan pengalaman berkendara yang sangat nyaman.

Mobil Listrik Rp300 Juta Ini Bikin Kaget Nyaman Bukan Main
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Petualangan dimulai dari dealer BAIC Alam Sutera dengan baterai terisi 95 persen. Rute yang dilalui meliputi Gerbang Tol Parigi jalan tol Jakarta dan sekitarnya hingga beristirahat di rest area Cipularang KM 88. Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju restoran Gayem Ning Pawon di Padalarang dan berakhir di Hotel GH Universal Bandung. Total jarak tempuh mendekati 200 kilometer dengan mode berkendara yang bergantian antara Comfort dan Sport. Setibanya di tujuan daya baterai tersisa 16 persen dengan panel instrumen digital masih menampilkan estimasi jarak tempuh 55 kilometer. Ini membuktikan T1 bukan sekadar kendaraan jarak dekat melainkan sanggup melibas perjalanan jauh dan di sinilah jati diri mobil ini benar-benar terkuak.

Slogan ‘Surprisingly’ yang diusung BAIC T1 terbukti sangat relevan terutama pada sektor suspensi. Ruas jalan layang MBZ yang terkenal menantang dengan kontur bergelombang dan sambungan jalan yang bumpy berhasil dilewati T1 dengan cukup santai. Redaman suspensinya terasa lembut jauh dari kesan mobil mungil yang dipaksakan menjadi SUV. Kursi depan maupun belakang juga dirancang empuk memberikan kenyamanan ekstra. Hal ini krusial mengingat T1 kemungkinan besar akan menjadi penunjang mobilitas keluarga sehari-hari bukan sekadar adu cepat akselerasi. Respons pedal gasnya pun terasa menyenangkan.

Dapur pacu listriknya menyemburkan daya 70 kW atau setara 95 PS dengan torsi 176 Nm. Secara spesifikasi angka ini tergolong moderat namun karakter motor listrik membuat T1 sama sekali tidak terasa kurang bertenaga. Untuk manuver menyalip melibas tanjakan hingga melaju stabil di kecepatan 100 km/jam responsnya sigap dan ringan. Dalam mode Sport responsnya terasa lebih agresif sementara mode Comfort lebih cocok untuk perjalanan jarak jauh. Dengan demikian T1 menawarkan pengalaman berkendara yang menyenangkan bukan karena kecepatan semata melainkan kemudahan dalam pengendalian.

Memang BAIC T1 bukanlah jawara dalam urusan performa puncak. Konsumen perlu jujur pada prioritas kebutuhannya. Jika dibandingkan dengan Dolphin yang memiliki sekitar 201 dk dan torsi 310 Nm atau Cloud EV Pro dengan 2145 dk dan 320 Nm T1 dengan 94-95 dk dan 176 Nm memang menunjukkan perbedaan yang signifikan. Kapasitas baterainya pun hanya 423 kWh dengan teknologi LFP. Jangkauan jelajah yang diklaim mencapai 425 km berdasarkan CLTC atau 310 km menurut standar WLTC. Menariknya efisiensi konsumsi energinya disebut sekitar 112 kWh per 100 km yang tergolong irit untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Related Post