Dolar AS Menggila Rupiah Loyo Lagi

Author Image

Masih Lionel

2 September 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Mata uang Garuda kembali tak berdaya di hadapan Dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan hari ini Rabu 2 September 2026 Pelemahan ini sontak memicu kekhawatiran di tengah pasar keuangan domestik

Menurut data Bloomberg Rupiah anjlok 30 poin atau setara 017 persen kini bertengger di level Rp17.774 per dolar AS Angka ini lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.744 Senada dengan itu pantauan Refinitiv menunjukkan Rupiah memulai transaksi dengan pelemahan 023 persen hingga mencapai Rp17.750 per dolar AS

Dolar AS Menggila Rupiah Loyo Lagi
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Di sisi lain indeks dolar AS DXY justru kian perkasa melanjutkan tren penguatannya Tolok ukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia ini tercatat melonjak 011 persen menuju level 99.780 pada pukul 09.00 WIB Apresiasi ini memperpanjang dominasi DXY yang sebelumnya telah menguat 025 persen pada penutupan perdagangan Selasa 1 September 2026

Penyebab utama lonjakan Dolar AS ini adalah pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole Pernyataan Warsh dinilai bernada agresif atau hawkish yang kembali menyulut ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat bisa menaikkan suku bunga secepatnya pada bulan September Kondisi ini sontak mendorong kenaikan tajam pada nilai tukar Dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor pendek

Perangkat CME FedWatch kini menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 66 persen Angka ini melonjak signifikan dari sekitar 38 persen sebelum pidato Warsh disampaikan

Pengamat Ekonomi Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti fokus pasar hari ini Fokus pasar hari ini adalah rilis data PMI Manufaktur dan JOLTS Job Openings dengan fokus utama minggu ini adalah data ketenagakerjaan utama AS data Nonfarm Payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat jelasnya

Related Post