Mataram Sulap Sampah Jadi Duit Bikin Melongo

Author Image

Masih Lionel

12 September 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Siapa sangka tumpukan sisa makanan rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang selama ini hanya berakhir di tempat sampah kini bisa menjelma menjadi ladang uang tak terduga. Di Kota Mataram khususnya Kecamatan Sekarbela limbah organik bukan lagi momok melainkan peluang emas yang menjanjikan. Sebuah inovasi cerdas mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi.

Inisiatif luar biasa ini berpusat pada pemanfaatan limbah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly BSF. Tujuannya ganda mengurangi timbulan sampah secara signifikan sekaligus menciptakan nilai tambah yang konkret bagi masyarakat setempat. Dari sana sampah tidak lagi sekadar persoalan lingkungan namun telah bertransformasi menjadi aset berharga.

Mataram Sulap Sampah Jadi Duit Bikin Melongo
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Pemanfaatan ini digerakkan oleh fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle TPS3R di Sekarbela yang melayani tiga kelurahan sekaligus. Bahan baku utamanya berasal dari sampah organik rumah tangga serta pelaku UMKM di kawasan Pantai Bagek Kembar.

Konsepnya sederhana namun revolusioner. Sampah yang datang tidak langsung dibuang melainkan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik kemudian masuk ke proses pengolahan khusus salah satunya untuk mendukung budidaya maggot BSF. Maggot BSF dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mengurai bahan organik sehingga efektif mengurangi volume sampah yang harus dibuang. Di sisi lain hasil budidayanya dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan bernutrisi tinggi dan memiliki potensi ekonomi besar bagi kelompok masyarakat pengelola.

Muhammad Ridwan Ketua Kelompok Bale Maggot mengungkapkan antusiasmenya. "Melalui pelatihan ini kami belajar banyak bagaimana sampah organik yang tadinya cuma dibuang kini bisa diolah jadi maggot. Harapannya kegiatan ini bisa terus berkembang tidak cuma kurangi sampah tapi juga bawa keuntungan ekonomi bagi kami dan warga" ujarnya. Menurut Ridwan pengolahan sampah menjadi bagian penting agar masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada pola kumpul angkut buang yang tidak berkelanjutan. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan sejak awal sehingga lebih banyak material yang bisa dimanfaatkan kembali.

Perspektif serupa disampaikan Lalu Martawang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram yang mewakili Wali Kota Mataram. Menurutnya keberadaan TPS3R harus diikuti perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah. "Pembangunan TPS3R ini lebih dari sekadar menyediakan sarana pengelolaan sampah. Lebih dari itu kita berharap fasilitas ini menjadi bagian dari perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah" tegas Martawang.

Ia menilai sampah semestinya tidak selalu dipandang sebagai barang yang harus segera dibuang. Sebagian sampah terutama yang masih memiliki nilai guna dapat dikelola menjadi sumber daya yang menguntungkan. "Bantuan yang paling berarti adalah bantuan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang" pungkasnya.

Related Post