Pertamax Tembus 20 Ribu Ini Alasannya

Author Image

Masih Lionel

12 September 2026, 04:02 WIB

wartakini.id – Masyarakat Indonesia dihadapkan pada potensi kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi jenis Pertamax yang mengejutkan Angka Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter bukan lagi sekadar spekulasi melainkan proyeksi nyata yang bisa terjadi dalam waktu dekat Pemicu utamanya tak lain adalah gejolak geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas mendorong harga minyak dunia melonjak drastis hingga menembus level 108 dolar AS per barel

Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengungkapkan kekhawatirannya Menurutnya jika harga minyak global tidak kembali ke kisaran 60-70 dolar AS per barel seperti sebelum ketegangan geopolitik terjadi maka dampak kenaikan harga BBM di Tanah Air tak terhindarkan Khususnya untuk jenis nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex "Harga Pertamax Dex itu akan berkisar di angka Rp18 ribu-Rp20 ribuan karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia" tegas Eko pada Jumat 11 September 2026

Pertamax Tembus 20 Ribu Ini Alasannya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Meski demikian per September 2026 Pertamina masih mempertahankan harga Pertamax di level Rp15.950 per liter Keputusan ini diambil di tengah kenaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo Pertamax Green Dexlite dan Pertamina Dex yang sudah lebih dulu disesuaikan

Eko sangat berharap konflik di Timur Tengah segera mereda Kondisi damai di kawasan tersebut diyakini mampu menekan laju kenaikan harga BBM nonsubsidi Ia juga menyoroti bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran yang kini berlangsung merupakan salah satu krisis geopolitik terberat yang pernah dihadapi Pertamina

Dibandingkan dengan konflik Ukraina-Rusia sebelumnya krisis energi global yang dipicu oleh ketegangan di Selat Hormuz kali ini jauh lebih parah "Dengan adanya perang di Timur Tengah di Selat Hormuz ini ternyata dampaknya secara global Selain ketersediaan energi di dunia harga yang saat ini juga belum stabil" pungkas Eko Situasi ini mengancam stabilitas pasokan dan harga energi di seluruh dunia termasuk Indonesia

Related Post