wartakini.id – Kabar mengejutkan datang dari raksasa otomotif Ford. Produksi pikap andalan mereka, F-150, yang selama ini menjadi primadona di pasar Amerika Serikat, mendadak dihentikan. Penangguhan operasional ini berlangsung hampir satu minggu penuh, memicu spekulasi dan kekhawatiran di kalangan industri.
Baca Juga
Ford F-Series telah mengukuhkan dominasinya sebagai truk pikap paling laris di AS selama 49 tahun berturut-turut. Dengan penjualan fantastis mencapai 828.832 unit tahun lalu, model F-150 memegang peranan krusial dalam pencapaian tersebut. Namun kini, pabrik truk di Dearborn Texas terpaksa menghentikan aktivitasnya sejak pertengahan pekan lalu, dengan perkiraan baru akan kembali berproduksi pada 29 September.

Dampak dari penangguhan ini tidak hanya terbatas di satu lokasi. Pabrik perakitan Kansas City juga merasakan imbasnya, dengan beberapa jadwal shift kerja dibatalkan. Sementara itu, untuk menutupi potensi defisit produksi, pabrik Kentucky Truck dikabarkan meningkatkan kapasitas operasionalnya secara signifikan.
Penyebab pasti di balik penangguhan ini masih diselimuti misteri. Namun, sumber internal Ford mengisyaratkan adanya "masalah pasokan" sebagai pemicu utama. Belum ada konfirmasi apakah kendala suplai ini berkaitan dengan isu kekurangan aluminium yang diprediksi akan mempengaruhi produksi F-150 model tahun 2025.
Ford sendiri tengah berupaya keras menstabilkan produksi seri F pasca insiden yang terjadi tahun lalu. Jeda produksi, bahkan yang hanya berlangsung beberapa hari, dapat mengakibatkan potensi kehilangan puluhan ribu unit kendaraan. Ini tentu menjadi pukulan telak bagi produsen mobil Amerika tersebut, mengingat seri F dan khususnya F-150 adalah mesin pencetak keuntungan yang paling stabil bagi perusahaan.





































