BYD Subang Ngebut Produksi Harga Malah Melejit

Author Image

Masih Lionel

5 Oktober 2026, 17:34 WIB

wartakini.id – Pabrik BYD di Subang Jawa Barat baru lima bulan menggeliat namun sudah memicu perdebatan hangat di pasar otomotif nasional. Di satu sisi fasilitas produksi ini menunjukkan geliat yang menjanjikan namun di sisi lain harga jual mobil listriknya justru merangkak naik memicu tanda tanya besar.

Sejak beroperasi pabrik BYD di Subang belum mampu menekan harga jual kendaraan elektrifikasi. Bahkan pantauan terbaru menunjukkan adanya lonjakan harga. Model M6 EV Standard misalnya pada Juli 2026 tercatat naik Rp12 juta dari semula Rp383 juta menjadi Rp395 juta. Peningkatan ini disebut-sebut seiring dengan penyematan baterai baru berkapasitas 58 kWh namun BYD tetap bersikukuh bahwa harga jualnya "tetap".

BYD Subang Ngebut Produksi Harga Malah Melejit
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gaikindo mengungkapkan bahwa fasilitas produksi BYD di Subang Smartpolitan telah menghasilkan 24.877 unit kendaraan sepanjang April hingga Agustus 2026. Angka ini baru mencapai 27 persen dari total komitmen produksi 92.000 unit. Kewajiban ini merupakan bagian dari kesepakatan impor kendaraan BYD yang menikmati fasilitas pembebasan bea masuk hingga Desember 2025. Dengan demikian masih ada 67.123 unit yang harus dipenuhi.

Meskipun demikian ritme produksi BYD menunjukkan peningkatan yang signifikan dari bulan ke bulan. Pada April hanya 198 unit lalu melonjak menjadi 1.560 unit di Mei 4.595 unit di Juni 8.788 unit di Juli dan mencapai puncaknya 9.736 unit pada Agustus. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan sebelumnya menargetkan komitmen produksi ini akan tuntas dalam dua tahun. Namun jika laju produksi Agustus dipertahankan sisa kewajiban bisa rampung dalam waktu sekitar tujuh bulan jauh lebih cepat dari proyeksi awal.

Meski demikian produksi Agustus tersebut masih belum mencapai kapasitas penuh pabrik yang mampu menghasilkan 150.000 unit per tahun atau sekitar 12.500 unit per bulan. Artinya produksi Agustus baru menyentuh 78 persen dari daya produksi bulanan.

Beberapa model BYD yang dirakit di Subang antara lain Atto 1 dengan varian STD Rp199 juta Dynamic Rp210 juta dan Premium Rp245 juta. Ada pula M6 DM Plug-in Hybrid Electric Vehicle PHEV dengan rentang harga Rp298 juta hingga Rp390 juta yang telah mengantongi lebih dari 4.000 pesanan hingga akhir Juli 2026. Sementara itu M6 EV hadir dalam varian Standard Rp395 juta Superior Rp423 juta dan Superior Captain Seat Rp433 juta. Khusus varian M6 EV Standard kini dibekali baterai 58 kWh menawarkan jarak tempuh 450 km tenaga 150 kW torsi 310 Nm dan akselerasi 0-100 km/jam dalam 7.9 detik.

Related Post