wartakini.id – Gempuran suku cadang kustom massal dari Tiongkok kini menjadi ancaman serius bagi geliat industri modifikasi Tanah Air. Di tengah bayang-bayang produk impor yang membanjiri pasar, Kustomfest 2026 hadir sebagai oase, siap menyuntikkan semangat baru bagi para builder lokal. Festival kustom kultur terbesar di Indonesia ini memasuki tahun ke-15 dengan mengusung tema "High Octane", menjanjikan energi dan inovasi tanpa batas.
Baca Juga
Digelar pada 10-11 Oktober 2026, Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta akan menjadi saksi bisu kebangkitan kreativitas anak bangsa. Sejak pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, area dalam dan luar ruang JEC akan dipenuhi karya-karya terbaik, menjadi ajang unjuk gigi para seniman kustom.

Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi tak menampik bahwa perlambatan ekonomi turut memukul pelaku kustom di seluruh penjuru negeri. "Situasi ini diperparah dengan serbuan komponen kustom yang diproduksi secara massal dari Tiongkok, berpotensi menggerus eksistensi industri rumahan kustom di Indonesia," tegasnya. Oleh karena itu, gelaran tahun ini dirancang khusus untuk menjadi pemicu ide-ide segar, menawarkan perspektif baru, serta membekali para builder dengan kiat-kiat strategis menghadapi pergeseran tren yang tak terhindarkan.
Lebih dari sekadar pameran, Kustomfest juga membuka gerbang menuju pasar global. Kehadiran para builder internasional menjadi jembatan emas bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal untuk menembus pasar luar negeri. Tak hanya itu, komponen dan apparel hasil karya anak bangsa kini telah mendunia, dipamerkan dan diakui di berbagai negara, membuktikan kualitas dan daya saing produk Indonesia di kancah internasional.





































