Ledakan AI Picu Krisis Pusat Data di Indonesia

Author Image

Masih Lionel

13 Oktober 2026, 19:23 WIB

wartakini.id – Fenomena kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang tengah meledak secara global ternyata membawa tantangan besar bagi infrastruktur digital di tanah air. Pendiri pusat data nasional, Otto Toto Sugiri, menegaskan bahwa Indonesia harus segera memacu investasi pada sektor pusat data guna mengimbangi lonjakan kebutuhan komputasi yang sangat masif.

Saat ini, kapasitas pusat data aktif di Indonesia tercatat baru menyentuh angka 200 megawatt (MW). Angka tersebut dinilai masih sangat minim jika dibandingkan dengan potensi ekonomi digital dan jumlah penduduk yang terus tumbuh. Menurut Toto, kapasitas yang ada saat ini belum mampu menampung kebutuhan digitalisasi nasional secara optimal.

Ledakan AI Picu Krisis Pusat Data di Indonesia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Toto memaparkan perhitungan mendalam mengenai kebutuhan energi untuk infrastruktur digital. Dengan asumsi jumlah penduduk mencapai 180 juta jiwa, setiap orang diperkirakan membutuhkan layanan komputasi setara 10 hingga 15 watt per kapita.

Jika angka tersebut dikonversi, Indonesia idealnya memiliki kapasitas pusat data mencapai 2,8 gigawatt (GW). Lonjakan kebutuhan ini dipicu oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap layanan digital, komputasi awan (cloud computing), media sosial, hingga integrasi teknologi AI dalam berbagai lini kehidupan. Tanpa percepatan pembangunan infrastruktur, Indonesia berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi digital global.

Related Post