wartakini.id – Kementerian Pekerjaan Umum tengah berpacu dengan waktu untuk menstabilkan kembali ruas jalan nasional Tapan menuju Batas Jambi di Pesisir Selatan Sumatera Barat. Meski kendaraan sudah mulai bisa melintas, situasi di lapangan sebenarnya masih dalam kondisi siaga akibat rentetan tanah longsor yang menerjang jalur vital tersebut.
Baca Juga
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan pengguna jalan. Saat ini, sebanyak 10 unit alat berat telah dikerahkan ke lokasi untuk membersihkan sisa-sisa material tanah. Langkah ini diambil guna memastikan distribusi logistik dan mobilitas warga tidak terganggu lebih lama lagi.

Bencana ini bermula dari cuaca ekstrem dengan curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada awal Oktober lalu. Dampaknya sangat masif, di mana sepanjang 16,2 kilometer jalan mengalami kerusakan serius. Tercatat ada 14 titik rawan yang menjadi fokus utama penanganan, dengan rincian 12 titik berada di lereng atas jalan dan 2 titik lainnya berada tepat di bawah badan jalan.
Saat proses pembersihan berlangsung, petugas terpaksa menerapkan sistem buka tutup jalan untuk menjamin keamanan. Pihak kementerian melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat berkomitmen untuk segera mengubah status penanganan dari tindakan darurat menuju perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak kembali mengancam nyawa pengendara.





































