wartakini.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan kini tengah menyusun strategi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai magnet bagi kekayaan global. Fokus utamanya adalah dengan mendorong pembentukan family office di Bali guna menyedot aliran dana dari para konglomerat dunia.
Baca Juga
Langkah ambisius ini diambil setelah melihat keberhasilan Singapura yang mampu mengumpulkan dana hingga USD30 miliar hanya dalam satu kuartal melalui skema pengelolaan aset keluarga super kaya tersebut. Family office sendiri merupakan lembaga profesional yang bertugas mengelola investasi serta kekayaan pribadi keluarga kelas atas secara eksklusif.

Dalam upaya mengejar ketertinggalan, pemerintah Indonesia tidak ingin asal jalan. Luhut mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan studi mendalam terhadap praktik terbaik dari delapan negara, termasuk Singapura, Abu Dhabi, Dubai, hingga Gujarat. Tujuannya adalah merumuskan sebuah regulasi yang paling relevan dan kompetitif bagi Indonesia.
Luhut menekankan bahwa kunci utama dalam menarik minat investor global adalah fleksibilitas. Pemerintah menyadari bahwa skema yang diciptakan tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan negara semata, melainkan harus mampu menjawab kebutuhan dan keinginan para investor kaya tersebut.
Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi destinasi utama bagi pengelolaan aset global, maka pemerintah harus mampu mengakomodasi ekspektasi para pemilik modal. Tanpa adanya keselarasan antara regulasi pemerintah dan kebutuhan investor, maka target untuk menyaingi dominasi negara tetangga akan sulit tercapai.





































