wartakini.id – Nilai tukar mata uang Garuda kembali menunjukkan tren negatif di pasar keuangan. Pada penutupan perdagangan Selasa 27 Oktober 2026 rupiah tercatat merosot ke level 18156 per dolar AS setelah kehilangan 21 poin atau menyusut sekitar 0,12 persen.
Baca Juga
Kondisi ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik yang tengah membara di kawasan Timur Tengah. Meski sejumlah negara seperti Arab Saudi Turki dan Pakistan telah melakukan langkah diplomatik di Teheran untuk meredakan ketegangan namun pasar masih merespons dengan sikap waspada.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi menyebutkan bahwa para investor masih menanti hasil nyata dari upaya negosiasi tersebut. Fokus pembicaraan saat ini mencakup isu serangan kelompok Houthi hingga potensi gangguan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz yang menjadi urat nadi energi dunia.
Situasi semakin kompleks dengan adanya ancaman tindakan militer dari pihak Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump. Di sisi lain Iran menegaskan bahwa negosiasi hanya bisa berjalan jika blokade pelabuhan dan sanksi ekspor minyak dicabut oleh Washington.
Ketidakpastian mengenai apakah de-eskalasi ini akan bertahan lama membuat pelaku pasar memilih untuk tetap berhati-hati. Risiko terganggunya pasokan energi global akibat konflik di jalur perdagangan laut tetap menjadi bayang-bayang yang menekan stabilitas rupiah saat ini.





































