wartakini.id – Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan tren negatif pada perdagangan Selasa pagi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih terjebak dalam tekanan hingga penutupan sesi pertama dengan penurunan sebesar 0,32 persen. Kondisi ini membawa posisi indeks ke level 5.355.
Baca Juga
Pergerakan pasar sepanjang sesi pertama terlihat sangat dinamis dan penuh ketidakpastian. Meskipun sempat mencoba melakukan reli penguatan setelah dibuka melemah, namun tekanan jual kembali mendominasi sehingga indeks kembali terkoreksi menjelang jeda siang.

Kondisi serupa juga dialami oleh sejumlah indeks saham utama lainnya. Indeks LQ45 terpantau merosot 0,10 persen ke posisi 541,632. Sementara itu, indeks IDX30 ikut terseret turun 0,20 persen ke level 303,543. Tak ketinggalan, kelompok saham ramah lingkungan atau IDX LQ45 Low Carbon Leaders juga mengalami pelemahan sebesar 0,57 persen.
Menariknya, di tengah dominasi warna merah, indeks IDX80 justru menunjukkan ketahanan dengan sedikit menguat tipis sebesar 0,04 persen ke level 80,212.
Jika menilik data sebelumnya, IHSG sebenarnya sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan tipis sebesar 0,07 persen ke level 5.369. Pada periode tersebut, meskipun mayoritas saham bergerak stagnan, terdapat 300 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan di tengah lesunya pasar. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai angka Rp743 miliar dengan volume perdagangan menyentuh 262 juta saham.





































