Nasib Pekerja Digital hingga K3: Suara Buruh Indonesia Menggema di ILO!

Nasib Pekerja Digital hingga K3: Suara Buruh Indonesia Menggema di ILO!

Wartakini.id – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) berhasil menyuarakan sejumlah isu krusial terkait hak dan perlindungan pekerja dalam Konferensi Buruh Internasional (ILO) di Jenewa, Swiss. Lima poin utama menjadi sorotan delegasi Indonesia dalam forum bergengsi tersebut, mulai dari nasib pekerja digital hingga perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Ketua Umum KSPSI, Moh Jumhur Hidayat, menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan diterima dengan baik oleh Konferensi ILO 2025. Kelima poin tersebut meliputi: pertama, perjuangan untuk pengakuan status pekerja platform digital yang selama ini menghadapi eksploitasi masif. Serikat buruh internasional pun turut menyuarakan pembebasan penuh bagi pekerja digital ini.

Nasib Pekerja Digital hingga K3: Suara Buruh Indonesia Menggema di ILO!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Kedua, isu perlindungan pekerja laut. KSPI mendesak agar pekerja laut memiliki kebebasan keluar kapal di darat tanpa terbebani visa, serta mendapatkan jaminan asuransi dan repatriasi yang menjadi tanggung jawab negara.

"Ketiga, kita juga menyoroti pentingnya perlindungan K3 yang komprehensif, termasuk dampak biologis bagi para pekerja," tegas Jumhur pada Senin (16/6/2025).

Poin keempat berfokus pada formalitas pekerja informal. KSPI meminta negara memberikan perlindungan yang layak bagi kelompok pekerja rentan ini. Terakhir, KSPI juga menyuarakan pengakuan Palestina sebagai negara dalam keikutsertaannya di ILO.

Dengan demikian, suara buruh Indonesia berhasil didengar di panggung internasional, membawa harapan perubahan signifikan bagi perlindungan dan kesejahteraan pekerja di berbagai sektor.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar