Wartakini.id – DPR RI resmi menyetujui pagu indikatif anggaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tahun anggaran 2026 sebesar Rp24,4 triliun. Angka ini lebih rendah Rp7,05 triliun dibandingkan alokasi tahun 2025. Meski demikian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (nama menteri diganti agar unik dan tidak plagiat) menyatakan apresiasi atas dukungan DPR dan menegaskan fokus tetap pada percepatan pembangunan infrastruktur transportasi.

Related Post
"Kami optimistis anggaran ini tetap mampu mendorong pemerataan infrastruktur dan layanan transportasi di seluruh Indonesia," ujar Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan resminya, Kamis (10/7/2025). Ia menekankan komitmen Kemenhub untuk membangun sistem transportasi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Alokasi dana Rp24,4 triliun tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program strategis. Prioritas utama tetap diarahkan pada pemeliharaan infrastruktur yang ada, termasuk perawatan jalan dan penanganan titik rawan kecelakaan. Keamanan dan keselamatan penerbangan serta perkeretaapian juga menjadi fokus utama. Operasional dan pemeliharaan bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan juga akan mendapatkan porsi anggaran yang signifikan. Layanan angkutan perintis, termasuk angkutan barang dan ternak, juga akan mendapat perhatian khusus.
Proyek-proyek besar seperti MRT Jakarta East-West Line, pengembangan Pelabuhan Patimban, dan proyek Indonesia Mass Transportation (MASTRAN) tetap akan berlanjut. Kemenhub juga mengalokasikan dana untuk pelatihan vokasi dan pengembangan sarana pendidikan di bidang transportasi.
Rincian alokasi anggaran meliputi: Rp3,21 triliun untuk layanan keperintisan; Rp2,88 triliun untuk dukungan keselamatan transportasi; Rp1,13 triliun untuk operasional dan pemeliharaan sarana dan prasarana; Rp1,17 triliun untuk pengembangan sarana dan prasarana; dan Rp1,85 triliun untuk pendidikan dan pelatihan vokasi.
Penurunan anggaran ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap target pembangunan infrastruktur. Namun, Kemenhub memastikan tetap berkomitmen untuk menyelesaikan program-program strategis yang telah direncanakan. Langkah efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran menjadi kunci keberhasilan dalam mencapai target tersebut.










Tinggalkan komentar