wartakini.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru-baru ini mengumumkan kondisi keuangan negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara APBN mencatat angka defisit fantastis Rp1965 triliun sepanjang semester pertama tahun 2026 Angka ini setara 076 persen dari Produk Domestik Bruto sebuah kondisi yang menarik perhatian publik Defisit terjadi lantaran total penerimaan negara masih di bawah jumlah pengeluaran yang dilakukan pemerintah
Baca Juga
Meski demikian Purbaya menegaskan kinerja fiskal Indonesia tetap menunjukkan kekuatan luar biasa APBN terus berperan vital sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjalankan berbagai agenda pembangunan penting di seluruh pelosok negeri Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta Pusat Selasa 21 Juli 2026

Hingga akhir Juni 2026 total penerimaan kas negara berhasil terkumpul Rp14594 triliun sebuah pencapaian yang tumbuh signifikan 214 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Ini menunjukkan daya tahan ekonomi yang patut diacungi jempol
Di sisi lain alokasi belanja negara juga mencapai angka impresif Rp1656 triliun atau meningkat 178 persen secara tahunan Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membiayai program-program strategis dan pelayanan publik
Rincian penerimaan negara senilai Rp14594 triliun tersebut bersumber dari berbagai sektor Penerimaan pajak menjadi tulang punggung utama menyumbang Rp10357 triliun dengan lonjakan 246 persen yang luar biasa Sektor kepabeanan dan cukai turut berkontribusi Rp152 triliun naik 34 persen Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak PNBP mencapai Rp271 triliun menunjukkan pertumbuhan 216 persen Ini adalah bukti nyata kekuatan ekonomi Indonesia yang terus bergerak maju





































