wartakini.id – Indonesia sedang berpacu dalam perlombaan elektrifikasi kendaraan bermotor, namun data terbaru menunjukkan kenyataan yang mengejutkan. Meskipun PT PLN (Persero) telah membangun 3.772 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) hingga Maret 2025, angka ini ternyata masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Singapura.

Related Post
VP Perencanaan dan Strategi Pengembangan Produk Niaga PLN, Rudiana Nurhadian, dalam diskusi ‘Indonesia as the Next EV Production Hub’ baru-baru ini, memaparkan capaian tersebut. Angka 3.772 SPKLU memang terkesan signifikan, namun kenyataannya distribusi tidak merata. Sebagian besar, yakni 2.667 unit, terkonsentrasi di Pulau Jawa. Sementara Sumatera hanya memiliki 442 unit, Kalimantan 217 unit, Sulawesi 148 unit, Bali dan Nusa Tenggara 246 unit, Maluku 25 unit, dan Papua hanya 27 unit.

PLN juga telah membangun 9.956 unit SPKLU untuk sepeda motor listrik (2021-Maret 2025), 2.240 unit Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), dan mengintegrasikan 33.086 unit home charging. Berbagai jenis pengisian daya, mulai dari standard hingga ultra fast charging, telah tersedia. Namun, Rudiana mengakui bahwa pemerataan infrastruktur masih menjadi kendala utama adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Keengganan masyarakat beralih ke kendaraan listrik sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran akan ketersediaan SPKLU yang belum merata. Persaingan ketat di ASEAN pun semakin memperlihatkan betapa Indonesia perlu berbenah untuk mengejar ketertinggalan. Apakah Indonesia mampu mengejar ketertinggalan ini? Pertanyaan ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dan PLN ke depannya.









Tinggalkan komentar