wartakini.id – Raksasa otomotif Toyota kembali diuji ketahanannya di Jepang. Belum genap sehari operasional pabriknya pulih dari guncangan gempa bumi, kini perusahaan terpaksa melumpuhkan sebagian besar jalur produksinya. Penyebabnya bukan lagi gempa, melainkan terjangan Topan Dolphin yang mengancam.
Baca Juga
Gangguan beruntun ini memukul 17 jalur perakitan di sembilan dari total 14 fasilitas manufaktur Toyota di seluruh Jepang. Penghentian operasional ini berlaku untuk kedua shift kerja, menunjukkan dampak yang signifikan. Langkah drastis ini diambil sebagai antisipasi setelah pasokan komponen penting via jalur laut terhambat parah akibat cuaca ekstrem yang dibawa topan.

Hingga kini, manajemen Toyota belum merilis detail pasti mengenai berapa lama penutupan ini akan berlangsung, maupun estimasi kerugian unit produksi yang akan terdampak. Ketidakpastian ini menambah daftar panjang tantangan yang harus dihadapi pabrikan mobil terbesar dunia tersebut.
Beberapa varian populer dan produk andalan Toyota dipastikan akan merasakan imbas langsung dari penghentian produksi ini. Di antaranya adalah model-model laris seperti Toyota Corolla, Toyota Camry, Toyota Prius, dan SUV tangguh Toyota RAV4. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran baru bagi rantai pasok global dan ketersediaan unit di pasar.





































