wartakini.id – Kabar kurang menyenangkan bagi para pelaku perjalanan. Kementerian Perhubungan secara resmi memperpanjang penutupan delapan bandara yang terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kebijakan ini berlaku hingga pukul 24.00 WIB malam ini, menyusul evaluasi terkini sebaran abu vulkanik yang mengkhawatirkan.
Baca Juga
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan keputusan tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Minggu malam. Sebelumnya, penutupan ini dijadwalkan berakhir pada pukul 17.00 WIB. Namun, perubahan arah angin menjadi faktor krusial yang memaksa perpanjangan waktu penutupan.

"Informasi terbaru dari BMKG menunjukkan angin kini bergeser ke arah Timur dengan kecepatan 5 knot pada ketinggian 15.000 kaki," jelas Menhub Dudy. Pergeseran ini berpotensi membawa abu vulkanik lebih luas, sehingga mengancam keselamatan penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak. Operator penerbangan, pengelola bandara, layanan navigasi penerbangan, serta BMKG bahu-membahu memantau situasi demi memastikan keamanan ruang udara.
Delapan bandara yang operasionalnya terganggu meliputi Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Tangerang, Bandara Pondok Cabe Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumatera Selatan.
Menhub Dudy juga mengingatkan seluruh maskapai penerbangan untuk memenuhi hak-hak penumpang yang terdampak penutupan ini. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku demi kenyamanan dan perlindungan konsumen.





































