Wartakini.id, Jakarta – Aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (buyback) yang direncanakan oleh bank-bank Himbara, termasuk Bank Mandiri (BMRI), menjadi sorotan. Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif yang mengindikasikan fundamental perbankan nasional, khususnya bank-bank BUMN, dalam kondisi yang solid dan stabil.

Related Post
Anggota Komisi XI DPR, Amin AK, menyatakan bahwa rencana buyback ini mengirimkan pesan kuat kepada pasar. "Rencana buyback itu sinyal positif bahwa fundamental perbankan kita cukup kuat, likuiditasnya sehat, dan manajemennya percaya bahwa harga saham saat ini undervalued. Apalagi mereka menyiapkan dana besar, artinya mereka punya bantalan modal yang aman dan perhitungan bisnisnya matang," ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

Setelah sempat diterpa sentimen negatif yang mempengaruhi ekspektasi kinerja bank-bank BUMN, buyback hadir sebagai instrumen stabilisasi yang efektif untuk memulihkan kepercayaan publik, baik di kalangan nasabah maupun investor. Langkah ini juga mencerminkan optimisme bahwa bank-bank tersebut akan terus tumbuh dengan kuat di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Amin mengakui bahwa berbagai program pemerintah yang memerlukan dukungan perbankan berdampak pada operasional Bank Mandiri dan bank-bank Himbara lainnya. Namun, ia meyakini bahwa stabilitas perbankan akan tetap terjaga selama indikator utama seperti rasio kecukupan modal (CAR), rasio likuiditas (LDR), dan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap berada dalam batas aman.










Tinggalkan komentar