wartakini.id – Pakistan mengambil langkah berani untuk meredakan gejolak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang drastis. Pemerintah mengumumkan bahwa layanan transportasi umum yang dikelola negara akan digratiskan selama satu bulan penuh, dimulai Sabtu ini, di ibu kota Islamabad dan provinsi-provinsi dengan populasi terpadat. Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap protes jalanan dan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menyusul lonjakan harga BBM yang signifikan.

Related Post
Sebelumnya, warga Pakistan dihadapkan pada kenaikan harga bensin yang mencengangkan, mencapai 42,7 persen, atau setara dengan 485 rupee per liter. Keputusan ini sontak memicu kemarahan publik, terlihat dari maraknya demonstrasi dan antrean panjang yang tak terhindarkan di berbagai SPBU di seluruh negeri.

Menanggapi tekanan publik yang masif, Perdana Menteri Shehbaz Sharif kemudian mengambil langkah untuk membatalkan sebagian kenaikan tersebut. Melalui pengurangan pungutan, harga bensin berhasil diturunkan menjadi 378 rupee per liter. Namun, kebijakan ini belum menyentuh harga solar yang justru tetap melambung tinggi, mencapai 520 rupee per liter setelah mengalami kenaikan 54,9 persen.
Sharif menegaskan komitmennya untuk meringankan beban rakyat dalam pidato yang disiarkan televisi. "Pengurangan harga ini akan berlaku setidaknya selama satu bulan," ujarnya, seperti dikutip dari laporan AFP. Ia menambahkan dengan nada penuh tekad, "Saya tidak akan berhenti sampai kehidupan masyarakat kembali normal."
Dengan kebijakan transportasi umum gratis ini, pemerintah berharap dapat memberikan sedikit kelegaan bagi jutaan warga yang mobilitasnya terhambat akibat tingginya biaya bahan bakar, sekaligus menstabilkan situasi sosial ekonomi di negara tersebut.









Tinggalkan komentar