BYD Ngebut 100 Ribu Unit Wuling Jauh Tertinggal

Author Image

Masih Lionel

5 September 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – Sebuah gebrakan fenomenal terjadi di industri otomotif nasional. Pabrikan mobil listrik raksasa BYD sukses mencetak sejarah dengan memproduksi unit ke-100.000 di pabrik Subang hanya dalam waktu 26 bulan. Angka ini jauh melampaui capaian kompetitor seperti Wuling yang membutuhkan lebih dari lima tahun untuk mencapai titik serupa. Peresmian pabrik sekaligus penanda produksi massal ini berlangsung pada Kamis 3 September 2026.

Kehadiran BYD di pasar Indonesia memang mengejutkan banyak pihak. Pengiriman perdana kendaraan mereka ke konsumen dimulai Juli 2024 dengan 2.047 unit. Hanya dalam enam bulan sisa tahun 2024, penjualan grosir (wholesales) mencapai 15.429 unit dan ritel 13.964 unit. Tahun berikutnya, 2025, menjadi ledakan performa. Wholesales meroket 217,5 persen menjadi 46.711 unit, menempatkan BYD di posisi keenam nasional, mengungguli merek-merek mapan seperti Chery, Wuling, dan Hyundai yang lebih dulu hadir.

BYD Ngebut 100 Ribu Unit Wuling Jauh Tertinggal
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Tren positif ini berlanjut di tahun 2026. Hingga Juli 2026, penjualan grosir BYD sudah menyentuh 29.826 unit, melonjak 81,6 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan ritel juga solid di angka 28.428 unit, mengantarkan BYD ke peringkat kelima, bahkan melampaui Honda. Total akumulasi penjualan grosir merek BYD sejak 2024 hingga Juli 2026 mencapai 91.966 unit. Dengan tambahan 7.474 unit dari sub-merek premium Denza di tahun 2025, total produksi 100.000 unit berhasil digapai.

Bulan Juli 2026 menjadi cerminan nyata pergeseran dominasi di pasar otomotif. Total penjualan grosir nasional mencapai 81.115 unit, naik 4,5 persen secara bulanan dan melesat 33,3 persen dibanding Juli 2025. Penjualan ritel juga tumbuh sehat menjadi 77.412 unit. Dalam daftar sepuluh besar penjualan grosir, BYD menempati posisi ketiga dengan 6.569 unit, mengalahkan Mitsubishi Motors dan Suzuki. Merek-merek Tiongkok lainnya seperti Jaecoo dan Geely juga turut meramaikan daftar ini, menunjukkan kekuatan baru dari Asia Timur.

Tak hanya secara merek, model-model BYD juga unjuk gigi. BYD Atto 1 menjadi mobil terlaris kedua secara nasional pada Juli 2026 dengan 4.233 unit, hanya kalah tipis dari Daihatsu Gran Max Pick Up. Bahkan, Atto 1 mampu mengungguli ikon seperti Toyota Kijang Innova dan Toyota Avanza. Jaecoo J5 juga masuk enam besar dengan 3.155 unit, sementara Geely EX2 di posisi 11 dan BYD M6 DM di posisi 17. Ironisnya, Honda yang selama ini dominan justru terlempar ke posisi kesembilan dengan 2.587 unit, di bawah Jaecoo yang baru berjualan sejak November 2025.

Lalu, bagaimana dengan para pesaing? Wuling, yang memulai kiprahnya Juli 2017 dan membangun pabrik di Cikarang, membutuhkan sekitar 5,5 tahun atau hingga akhir 2022 untuk mencapai 100.000 konsumen. Kini, setelah sembilan tahun, Wuling memiliki lebih dari 180.000 konsumen dan total produksi kumulatif 200.000 unit di Cikarang, termasuk ekspor ke 18 negara setir kanan.

Chery, yang kembali ke Indonesia pada 2022, masih jauh dari angka 100.000 unit setelah empat tahun. MG bahkan lebih sulit, dengan total penjualan ritel belum menembus 10.000 unit setelah enam tahun beroperasi. Jaecoo, sub-merek Chery, menunjukkan potensi luar biasa. Sejak meluncurkan J5 EV pada November 2025, mereka telah mencatat 20.534 unit wholesales hingga Juli 2026. Dengan laju konsisten sekitar 3.000 unit per bulan, Jaecoo diperkirakan membutuhkan sekitar 34 bulan untuk mencapai 100.000 unit, lebih lambat dari BYD namun jauh lebih cepat dari merek lain sebelum BYD. Sementara itu, Hyundai berhasil menjual sekitar 110.000 unit dalam lima tahun (2020-2025).

Data ini menegaskan bahwa BYD bukan sekadar pendatang baru, melainkan kekuatan revolusioner yang mengubah peta persaingan otomotif di Indonesia dengan kecepatan dan agresivitas yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Related Post