wartakini.id – Di tengah lesunya pasar otomotif Indonesia, PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengambil langkah tak terduga. Bukannya meluncurkan model baru, mereka justru "mengembalikan" Omoda 5 dengan nama baru: Chery C5. Strategi ini memicu pertanyaan: apakah ini langkah jenius atau upaya panik untuk mendongkrak penjualan yang merosot?

Related Post
Beban berat kini dipikul Chery C5. Di tengah ketidakpastian pasar, CSI menargetkan C5 dan versi listriknya, E5, berkontribusi minimal 20% dari total penjualan Chery di Indonesia. Target ambisius ini disampaikan Budi Darmawan, Direktur Pemasaran PT CSI, di BSD, Tangerang (23/6/2025). Ia mengakui kontribusi lini Omoda saat ini hanya sekitar 5-7%, mengalami penurunan signifikan.

Keputusan rebranding Omoda 5 menjadi Chery C5, meski model sebelumnya sudah cukup dikenal, terbilang berisiko. Budi menjelaskan, perubahan nama ini sebagai upaya penyegaran setelah hampir dua tahun Omoda 5 dipasarkan. Pernyataan ini bisa diinterpretasikan ganda: Chery proaktif beradaptasi dengan pasar yang dinamis, atau justru merasa perlu "menyelamatkan" penjualan yang menurun. Hanya waktu yang akan menjawab apakah Chery C5 mampu menjadi penyelamat, atau justru terperangkap dalam jebakan pasar yang lesu.










Tinggalkan komentar