wartakini.id – Di tengah badai pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan banyak sektor usaha, Erna Prilyani, seorang pengusaha kreatif dari Kartasura, Solo, justru menemukan titik balik. Dengan tangan terampilnya, ia menyulap tumpukan celana jeans bekas yang tak terpakai menjadi tas-tas berkarakter unik, mengukir kisah inspiratif yang kini berhasil menembus pameran nasional.

Related Post
Masa-masa sulit akibat pandemi memang meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga dan pelaku usaha mikro. Tak sedikit yang terpaksa gulung tikar, kehilangan mata pencarian di tengah ketidakpastian. Erna, pemilik DenCraft, mengakui bahwa langkah awalnya dipenuhi keraguan dan hanya berfokus pada keberlangsungan hidup. "Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan," kenangnya, menggambarkan betapa tipisnya harapan saat itu.

Namun, semangat pantang menyerah mendorongnya untuk mencari celah. Berbekal hobi menjahit yang telah ditekuni sejak remaja dan peralatan seadanya, Erna melihat potensi pada tumpukan denim usang di sekelilingnya. Dari rumah sederhananya, ia mulai merangkai potongan-potongan kain tersebut, bukan sekadar menciptakan produk, melainkan juga merajut kembali asa yang sempat pudar. Setiap jahitan adalah upaya untuk menjaga semangat di tengah keterbatasan.
Perlahan tapi pasti, kreasi tas denim Erna mulai menarik perhatian. Dukungan dari program seperti PNM Mekaar, yang kerap menjadi tulang punggung bagi pelaku usaha mikro, turut memperkuat langkahnya. Dari sekadar bertahan, DenCraft kini berkembang menjadi sebuah brand dengan identitas kuat dan nilai jual yang tinggi. Puncaknya, karya-karya unik Erna berhasil melenggang ke pameran tingkat nasional, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa keterbatasan bisa menjadi pemicu inovasi luar biasa.
Kisah Erna Prilyani adalah cerminan ketangguhan dan kreativitas yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang emas. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan sentuhan inovasi, barang yang dianggap tak bernilai pun bisa diubah menjadi karya seni bernilai tinggi, sekaligus menopang ekonomi keluarga dan menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah pada keadaan.









Tinggalkan komentar