wartakini.id – Sebuah kesalahpahaman umum masih kerap melanda publik terkait makna sebenarnya dari desil. Banyak yang mengira desil adalah penanda mutlak status kaya atau miskin seseorang. Padahal kenyataannya jauh berbeda Desil bukanlah label definitif melainkan sebuah alat ukur yang menggambarkan potret tingkat kemakmuran secara relatif di antara kelompok masyarakat.
Baca Juga
Achmad Nur Hidayat seorang ekonom dari UPN Veteran Jakarta menjelaskan bahwa desil berfungsi membagi populasi atau rumah tangga ke dalam sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan komparatif mereka. Ini berarti desil 1 mewakili segmen dengan posisi ekonomi relatif terendah sementara desil 10 menempati kelompok dengan kemakmuran relatif tertinggi.

Maka dari itu seseorang yang berada pada desil tertentu tak serta-merta dapat dilabeli sebagai masyarakat miskin papa atau konglomerat tajir secara absolut. "Desil pada dasarnya hanya membagi jumlah penduduk atau keluarga menjadi sepuluh bagian yang setara" tegas Achmad dalam sebuah diskusi.
Ia menambahkan bahwa konsep desil lebih tepat dipahami sebagai cerminan posisi relatif kesejahteraan individu atau keluarga dalam skala perbandingan dengan keseluruhan populasi. Ini bukan penentu mutlak kekayaan atau kemiskinan melainkan gambaran posisi seseorang dalam spektrum ekonomi.





































