wartakini.id – Di tengah hiruk pikuk inovasi otomotif dan gempuran teknologi swakemudi produsen supercar legendaris Ferrari justru mengambil langkah mengejutkan Mereka dengan tegas menolak pengembangan mobil otonom sepenuhnya Kendati telah memperkenalkan model listrik seperti Ferrari Luce perusahaan asal Italia ini bersikukuh mempertahankan sensasi mengemudi sejati yang menjadi ciri khasnya.
Baca Juga
CEO Ferrari Benedetto Vigna secara gamblang menyatakan bahwa tujuan utama mereka adalah menjaga pengalaman berkendara autentik tetap hidup di setiap unit yang mereka produksi. Dalam sebuah wawancara eksklusif Vigna menegaskan bahwa Ferrari sama sekali tidak tertarik untuk mengembangkan kendaraan otonom level 3 atau yang lebih tinggi sebuah tren yang kini banyak dikejar oleh pabrikan lain.

"Kami tidak akan memproduksi mobil yang sepenuhnya bisa mengemudi sendiri" ujar Vigna. "Kami ingin pengemudi menikmati sensasi memegang kendali penuh bukan menyerahkan segalanya pada sistem komputer."
Menurut Vigna pengalaman mengemudi adalah inti dari setiap Ferrari dan filosofi ini tidak akan berubah meskipun mereka mulai merambah pasar kendaraan listrik. Ia menekankan bahwa pengemudi harus tetap menjadi pusat kendali kendaraan mereka.
"Ketika saya berbicara tentang mobil otonom yang saya maksud adalah level 3 ke atas" jelasnya. "Kami menginginkan setir dan seorang pengemudi yang mengendalikan mobil. Jika tidak ada hal itu mengapa ada orang yang mau membeli Ferrari" pungkas Vigna menggarisbawahi komitmen abadi merek tersebut terhadap keterlibatan pengemudi dan kegembiraan di balik kemudi.





































