wartakini.id – Produsen otomotif global kini berlomba menyematkan teknologi mutakhir dan fitur keselamatan canggih pada setiap model kendaraan terbaru. Namun sebuah fakta mengejutkan terungkap mayoritas pengemudi justru jarang bahkan tidak pernah memanfaatkan kecanggihan tersebut. Mobil-mobil yang bertabur inovasi modern ini seolah hanya menjadi pajangan di jalanan.
Baca Juga
Riset terkini dari perusahaan riset pasar Censuswide yang melibatkan 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap realitas pahit ini. Banyak teknologi dan fitur bantuan pengemudi yang terpasang pada mobil modern terbuang percuma. Alih-alih meningkatkan kenyamanan dan keamanan fitur-fitur ini justru kerap diabaikan oleh pemiliknya.

Sebagai contoh hampir seperempat atau 259 persen pemilik mobil dengan fitur adaptive cruise control mengaku belum sekalipun mengoperasikan teknologi tersebut. Bahkan 7 persen lainnya menyatakan tidak memahami cara penggunaannya. Kondisi serupa juga terjadi pada fitur-fitur keselamatan vital lainnya.
Sistem Bantuan Pengemudi Tingkat Lanjut atau ADAS yang mencakup berbagai fungsi penting seringkali dinonaktifkan begitu pengemudi masuk ke dalam mobil. Data menunjukkan hampir 18 persen pengguna tidak pernah mengaktifkan fitur bantuan penjaga jalur. Lebih mengkhawatirkan 213 persen pengemudi memilih mematikan pengereman darurat otomatis. Banyak yang mengeluhkan sistem ini terlalu responsif sehingga justru menimbulkan kerepotan daripada mencegah insiden.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kesenjangan antara inovasi teknologi dan adopsi pengguna. Ketika miliaran dolar diinvestasikan untuk mengembangkan fitur-fitur canggih sebagian besar pengemudi tampaknya masih lebih nyaman dengan kontrol manual atau bahkan tidak menyadari potensi penuh dari kendaraan mereka.





































