wartakini.id – Industri otomotif global dikejutkan dengan pengumuman terbaru dari Jaguar Land Rover (JLR) dan Chery. Merek Freelander, yang sebelumnya santer dikabarkan akan fokus di pasar domestik China, justru akan memulai debutnya di Timur Tengah pada tahun 2026. Langkah strategis ini menandai babak baru bagi Freelander, yang kini siap merambah pasar internasional.

Related Post
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar SUV di kawasan Timur Tengah. Model pertama yang akan diluncurkan adalah SUV berukuran besar dengan panjang sekitar 5,1 meter. Menariknya, Freelander akan hadir dengan dua pilihan mesin, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) atau kendaraan listrik murni, dan Extended Range Electric Vehicle (EREV) yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh.

Keputusan JLR dan Chery untuk meluncurkan Freelander di Timur Tengah mengindikasikan potensi pasar yang besar di wilayah tersebut. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan kendaraan ramah lingkungan, Freelander dengan pilihan BEV dan EREV diharapkan dapat menarik minat konsumen.
Sebagai informasi, Chery dan JLR telah menjalin kerjasama melalui perusahaan patungan (joint venture) di China sejak tahun 2012. Pabrik CJLR di Suzhou, Jiangsu, yang dibangun pada tahun 2014, menjadi saksi bisu kolaborasi keduanya. Namun, beredar kabar bahwa fasilitas produksi ini akan menghentikan produksi seluruh model pada akhir tahun 2026, termasuk model-model populer seperti Range Rover Evoque, Land Rover Discovery Sport, Jaguar XF, Jaguar XEL, dan Jaguar E-Pace.









Tinggalkan komentar