Harga Beras Meroket Stok Melimpah Siapa Dalangnya

Author Image

Masih Lionel

21 September 2026, 19:23 WIB

wartakini.id – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menuding adanya praktik mafia di balik lonjakan harga beras belakangan ini. Fenomena ini menjadi sorotan tajam lantaran terjadi di tengah ketersediaan pasokan beras nasional yang justru dinilai melimpah ruah. Amran dengan tegas menyebut pihak-pihak tak bertanggung jawab inilah yang memicu kegaduhan di pasar.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya telah melaporkan bahwa banderol beras di tingkat nasional pada pertengahan September telah melampaui batas Harga Eceran Tertinggi atau Harga Acuan Pemerintah. Kondisi paradoks ini, di mana harga melambung saat stok aman, semakin menguatkan dugaan adanya manipulasi. "Mengapa harga beras naik padahal cadangan banyak? Ada mafia. Merekalah biang keroknya," ungkap Amran dalam sebuah jumpa pers di Jakarta.

Harga Beras Meroket Stok Melimpah Siapa Dalangnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran bahkan membeberkan potensi kerugian fantastis yang ditanggung masyarakat akibat ulah mafia ini, diperkirakan mencapai Rp90 triliun. Ia mencontohkan bagaimana beras yang dibeli dengan harga Rp13.000 per kilogram bisa dijual kembali hingga Rp57.000 per kilogram. "Bayangkan, Rp90 triliun hak rakyat dirampas. Ini penipuan terang-terangan. Apakah ini adil? Tentu tidak," tegasnya, menyiratkan kemarahan atas praktik tak bermoral tersebut.

Menurut Amran, kenaikan harga beras saat ini sama sekali tidak beralasan mengingat pemerintah memiliki stok pangan dalam jumlah besar. Ia bersumpah tak akan memberikan celah sedikit pun bagi para mafia beras untuk beroperasi di Indonesia. "Tidak ada tempat bagi mafia beras di negeri ini. Kami siap tempur melawan mereka," pungkas Amran, menunjukkan komitmen kuat untuk memberantas praktik ilegal yang merugikan rakyat banyak.

Related Post