Harga Minyak Terjun Bebas Gegara AS Iran Akur

Author Image

Masih Lionel

15 Juni 2026, 10:02 WIB

wartakini.id – Pasar energi global dikejutkan oleh penurunan harga minyak yang signifikan menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Perjanjian bersejarah ini tidak hanya meredakan ketegangan geopolitik yang telah mencengkeram Timur Tengah, tetapi juga membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi nadi distribusi energi dunia.

Minyak mentah Brent, patokan global, anjlok sekitar 4 persen hingga menyentuh angka 83,81 dolar AS per barel. Tak ketinggalan, minyak West Texas Intermediate WTI yang menjadi tolok ukur di pasar AS, turut merosot tajam 4,7 persen, kini diperdagangkan di kisaran 80,89 dolar AS per barel. Penurunan drastis ini menjadi respons langsung pasar terhadap meredanya ketegangan yang sebelumnya memicu kekhawatiran besar.

Harga Minyak Terjun Bebas Gegara AS Iran Akur
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Selama beberapa bulan terakhir, pasar energi global dilanda gejolak hebat akibat konflik. Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sempat ditutup secara efektif. Penutupan ini terjadi setelah serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas dengan ancaman Teheran untuk menyerang kapal-kapal yang melintas.

Sebelum pecahnya konflik, harga minyak Brent stabil di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun, eskalasi ketegangan di Timur Tengah sontak mendorong harga melambung tinggi, bahkan sempat mendekati 120 dolar AS per barel. Kini, dengan adanya kesepakatan damai dan dibukanya kembali Selat Hormuz, pasar kembali bernapas lega, dan harga energi pun terkoreksi tajam, memberikan harapan baru bagi stabilitas ekonomi global.

Related Post