wartakini.id – Apa yang dijanjikan sebagai fitur unggulan mobil listrik Xiaomi SU7 Ultra justru menjadi bumerang. Lebih dari 300 konsumen geram dan menuntut pengembalian dana penuh setelah terungkap fakta mengejutkan terkait kap mesin serat karbonnya yang dibanderol 42.000 yuan.

Related Post
Awalnya, kap mesin berdesain dua saluran udara itu dipromosikan sebagai "desain pendinginan tingkat sirkuit" yang canggih. Namun, sejumlah pengujian oleh jurnalis otomotif membongkar kebohongan tersebut. Video viral yang beredar menunjukkan tisu yang diletakkan di atas saluran udara tetap diam meski dihembus angin—bukti nyata minimnya aliran udara. Lebih parah lagi, investigasi lebih lanjut mengungkap kegagalan kap mesin dalam mendinginkan sistem rem secara efektif dan tidak menghasilkan downforce seperti yang diklaim dalam materi pemasaran Xiaomi.

Pada 7 Mei, Xiaomi Motors akhirnya angkat bicara. Mereka mengakui kesalahan komunikasi terkait fungsi kap mesin tersebut. Dalam pernyataan resmi, Xiaomi menjelaskan bahwa kap mesin karbon sebenarnya hanya dirancang untuk mempertahankan gaya desain prototipe, memberikan "panduan aliran udara parsial dan pendinginan tambahan ke kompartemen depan"—jauh dari klaim awal yang bombastis. Xiaomi menambahkan bahwa kap mesin karbon awalnya tak direncanakan untuk produksi awal SU7 Ultra karena mobil tersebut dinilai sudah cukup mumpuni untuk lintasan balap. Namun, mereka akhirnya menambahkan opsi tersebut setelah menerima permintaan konsumen.
Penjelasan tersebut tak memuaskan para konsumen. Dalam pernyataan bersama, sekelompok pemilik SU7 Ultra menyatakan kekecewaan mereka. "Entah ini iklan palsu atau komunikasi yang buruk, Xiaomi harus bertanggung jawab penuh dan tidak membebani konsumen," tegas mereka. Jumlah klaim pengembalian dana terus meningkat, menimbulkan pertanyaan besar tentang kepercayaan konsumen terhadap Xiaomi di pasar mobil listrik. Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi Xiaomi yang selama ini dikenal kuat di industri elektronik konsumen.









Tinggalkan komentar