Indonesia Darurat Hijau! Target Nol Emisi 2050, Mungkinkah?

Indonesia Darurat Hijau!  Target Nol Emisi 2050, Mungkinkah?

Wartakini.id – Transformasi industri hijau di Indonesia bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak. Hal ini ditegaskan Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian, Apit Pria Nugraha, Kamis (21/8/2025). Apit mengapresiasi komitmen nyata perusahaan seperti PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) dalam efisiensi energi, pengurangan emisi, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Ia berharap keberhasilan TPL dapat menginspirasi industri lainnya.

Industri hijau menjadi kunci peningkatan ekonomi dan pencapaian target Net Zero Emissions (NZE) nasional pada 2060. Lebih ambisius lagi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sektor industri mencapai emisi nol bersih pada 2050, satu dekade lebih cepat dari target nasional.

Indonesia Darurat Hijau!  Target Nol Emisi 2050, Mungkinkah?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Untuk mencapai target tersebut, Kemenperin tengah merancang berbagai strategi. Di antaranya, penyusunan peta jalan dekarbonisasi untuk subsektor industri prioritas, kebijakan pengurangan emisi industri, mekanisme pertukaran emisi GRK, dan penetapan nilai ekonomi karbon sektor industri. Upaya lain termasuk memperkuat ekosistem industri hijau dan mengembangkan ekonomi sirkular.

Liharman Sirait, Technical Department Head TPL, menyatakan komitmen perusahaannya untuk terus bertransformasi menuju industri hijau. TPL mengedepankan inovasi teknologi ramah lingkungan dan menyeimbangkan kinerja bisnis dengan keberlanjutan lingkungan. "Ini komitmen kami untuk mendukung agenda pemerintah dalam pembangunan industri hijau nasional, sekaligus berkontribusi pada upaya global dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan masa depan Indonesia yang berkelanjutan," ujar Liharman. Tantangan besar kini dihadapi Indonesia, akankah target ambisius tersebut tercapai?

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar