wartakini.id – Di tengah gempuran tren elektrifikasi global Suzuki justru bersikukuh mempertahankan identitas Jimny sebagai kendaraan penjelajah medan berat bermesin pembakaran internal. Sebuah keputusan mengejutkan yang menolak mentah-mentah kemungkinan hadirnya Jimny versi listrik padahal regulasi emisi di berbagai negara kian ketat.
Baca Juga
Presiden Suzuki Motor Corporation Toshihiro Suzuki pada tahun 2024 silam pernah mengungkapkan pandangannya yang tegas. Menurutnya mengubah Jimny menjadi kendaraan listrik berpotensi besar "merusak bagian terbaik" dari ikon 4×4 mungil tersebut. Dua tahun berselang pandangan itu tak sedikit pun bergeser.

Michael Pachota General Manager Otomotif Suzuki Australia baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sikap perusahaan tetap tak tergoyahkan. Pernyataan Toshihiro Suzuki masih relevan dan diyakini menjadi sentimen kuat yang dipegang teguh oleh pabrikan asal Jepang itu hingga kini.
Alasan utama penolakan ini berakar pada kekhawatiran bahwa sistem elektrifikasi akan mengikis karakter fundamental yang telah membuat Jimny begitu digandrungi. Sejak awal Jimny dirancang sebagai mobil 4×4 kompak dengan struktur mekanis yang lugas dan fokus utama pada kapabilitas jelajah medan berat. Kesederhanaan dan ketangguhan off-road inilah yang menjadi esensi Jimny.
Meski Suzuki belum merinci aspek teknis spesifik yang membuat Jimny EV dianggap mengubah identitas model tersebut intinya adalah menjaga DNA asli. Mereka ingin memastikan Jimny tetap menjadi petualang sejati yang siap menaklukkan berbagai rintangan tanpa kehilangan jati dirinya yang telah melegenda.





































