wartakini.id – Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sebagian wilayah Kalimantan Tengah akhirnya mendapat tanggapan resmi dari PT PLN Persero. Manajer Umum PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono mengungkapkan akar masalahnya berawal dari kerusakan serius pada salah satu generator di Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Asam-Asam.
Baca Juga
Tak hanya itu, dua unit pembangkit yang dioperasikan oleh pihak swasta atau Independent Power Producer IPP turut mengalami gangguan fatal. Kebocoran pada pipa boiler dan turbin di kedua unit tersebut secara signifikan mengurangi kapasitas pasokan daya ke jaringan. Demi menjaga stabilitas sistem kelistrikan secara keseluruhan, PLN terpaksa memberlakukan skema pengaturan beban atau pemadaman terbatas di beberapa area Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah selama upaya pemulihan berlangsung.

PLN menegaskan bahwa seluruh tim teknis dan personel telah dikerahkan sepenuhnya guna mempercepat proses perbaikan pada pembangkit yang bermasalah. Perusahaan listrik negara ini juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan listrik, khususnya pada jam-jam puncak beban antara pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Permohonan maaf yang mendalam disampaikan atas ketidaknyamanan yang harus dialami warga akibat kebijakan pemadaman bergilir ini.
Gangguan pasokan listrik ini sontak menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha, terutama sektor peternakan. Satrio, seorang peternak ayam broiler di Palangka Raya, mengungkapkan bahwa mayoritas peternakan modern kini mengandalkan sistem kandang tertutup atau closed house. Sistem ini, menurutnya, memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap ketersediaan listrik.
Kebutuhan listrik menjadi krusial untuk menggerakkan blower atau kipas ventilasi raksasa yang berfungsi menjaga sirkulasi udara optimal di dalam kandang. Tanpa pasokan daya yang stabil, sistem pendingin dan sirkulasi udara akan lumpuh, berpotensi mengancam kesehatan dan kelangsungan hidup ribuan ekor ayam di dalamnya.





































