wartakini.id – Fitur kursi "nol gravitasi" yang kian digandrungi di kendaraan listrik (EV) buatan Tiongkok kini menjadi sorotan tajam. Apa yang semula dianggap simbol kemewahan dan kenyamanan, kini memicu keraguan serius dari pihak berwenang terkait aspek keselamatannya saat terjadi insiden tabrakan. Pabrikan raksasa seperti BYD Xpeng dan Zeekr yang kerap menawarkan fitur ini harus menghadapi pertanyaan besar dari regulator di Negeri Tirai Bambu tentang keamanan desain kursi tersebut dalam skenario kecelakaan.
Baca Juga
Kursi istimewa ini dirancang untuk menempatkan tubuh dalam posisi yang menyerupai keadaan mendekati gravitasi nol. Dengan kemampuan rebah hampir rata dilengkapi sandaran kaki elektrik fungsi pijat pemanas dan ventilasi fitur ini menjanjikan pengalaman layaknya kursi kelas bisnis di pesawat terbang. Konsepnya terinspirasi dari posisi tubuh astronot saat peluncuran roket di mana tekanan pada tubuh dapat didistribusikan secara lebih merata demi kenyamanan maksimal.

Namun perlu diingat bahwa konsep "kursi nol gravitasi" sebenarnya bukan barang baru. Nissan telah memelopori ide ini sejak 2013 lewat model Nissan Altima. Desain Nissan kala itu menitikberatkan pada ergonomi dan penyangga tubuh yang optimal untuk mengurangi kelelahan selama perjalanan jauh berdasarkan riset NASA. Berbeda jauh dengan evolusi ekstrem yang kini populer di EV Tiongkok yang lebih mengutamakan posisi rebah total dan fasilitas mewah.
Inilah yang menjadi pangkal kekhawatiran utama. Ketika posisi kursi terlalu miring fungsi sabuk pengaman sebagai penjamin keselamatan penumpang dipertanyakan efektivitasnya. Regulator Tiongkok sedang mengkaji apakah kenyamanan ekstrem ini justru mengorbankan standar keamanan yang krusial.





































