wartakini.id – Panggung GIIAS 2026 menjadi saksi debut generasi ketiga Mazda CX-5 sebuah SUV yang selalu dinanti penggemar otomotif Tanah Air. Namun di balik peluncuran resminya dengan banderol mulai Rp599 juta hingga Rp689,9 juta ada satu fakta mengejutkan yang mungkin membuat banyak pihak mengernyitkan dahi. Alih-alih meningkat performa mesinnya justru dikabarkan menyusut dari model sebelumnya.
Baca Juga
Fenomena menarik ini menjadi sorotan utama. Jika versi lawas Mazda CX-5 khususnya varian Elite atau Kuro mampu menyemburkan daya hingga 190 PS pada 6.000 rpm dengan torsi puncak 251-252 Nm kini jantung pacu SKYACTIV-G 2.5L yang sama hanya menghasilkan 179 PS dan torsi 240 Nm. Penurunan angka ini tentu bukan tanpa alasan kuat. Pabrikan asal Jepang itu rupanya memiliki visi baru yang berbeda.

PT Eurokars Motor Indonesia EMI agen pemegang merek Mazda di Indonesia menjelaskan bahwa pengembangan generasi ketiga CX-5 ini mengusung konsep "New Generation Emotional Daily Comfort". Filosofi ini menggeser prioritas dari kecepatan dan performa akselerasi brutal menuju kehalusan berkendara kenyamanan optimal di setiap perjalanan serta peningkatan performa menikung yang lebih stabil. Selain itu fokus juga diberikan pada peredaman getaran dan suara atau NVH Noise Vibration Harshness demi pengalaman berkendara yang lebih tenang dan premium. Singkatnya Mazda CX-5 terbaru dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal dalam penggunaan harian bukan sekadar adu cepat di jalan raya.
Meskipun demikian status perakitan Mazda CX-5 tetap impor utuh CBU dari luar negeri. Ini berbeda dengan saudaranya Mazda CX-30 yang pada GIIAS 2026 ini menjadi model pertama rakitan lokal di Mazda Indonesia Plant Citeureup Jawa Barat sebuah fasilitas yang baru saja diresmikan sehari sebelum pameran akbar tersebut dibuka. Kehadiran CX-5 CBU bersama CX-30 CKD dan mobil listrik perdana Mazda 6e Fastback menandai momen penting bagi pabrikan tersebut.
Ricky Thio Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia mengungkapkan "Tahun ini merupakan momentum yang sangat penting bagi Mazda di Indonesia. Hanya dalam waktu dua hari kami meresmikan Mazda Indonesia Plant dan menghadirkan tiga model terbaru di GIIAS 2026." Pernyataan ini menegaskan komitmen Mazda di pasar otomotif Indonesia.
Tak hanya sektor performa yang mengalami perubahan signifikan interior kabin pun mendapat sentuhan revolusioner. Desain dasbor kini mengadopsi orientasi horizontal yang lebih modern. Peningkatan ruang kepala headroom dan ruang kaki legroom di baris belakang menjadi kabar gembira bagi penumpang. Kapasitas bagasi serta aksesibilitasnya juga turut diperluas. Transformasi ini menjawab keluhan lama para pengguna CX-5 sebelumnya yang kerap merasa kabin terasa kurang lega untuk ukuran SUV di kelasnya. Dengan demikian Mazda CX-5 terbaru tidak hanya menawarkan kenyamanan berkendara namun juga kelegaan ruang yang lebih baik.





































