wartakini.id – Raksasa otomotif asal China BYD tengah berjuang keras menembus pasar Jepang yang sangat ketat. Meski telah meluncurkan model khusus bernama RACCO yang dirancang spesifik untuk kategori mobil kecil atau kei car, pangsa pasar perusahaan ini masih sangat kecil yakni di bawah 0,1 persen. Langkah BYD yang mencoba beradaptasi dengan kebiasaan lokal ternyata belum cukup kuat untuk menggoyang dominasi produsen otomotif dalam negeri Jepang.
Baca Juga
Persaingan di Negeri Sakura ini bukan sekadar soal teknologi baterai melainkan tentang kepercayaan dan jaringan. Merek-merek lokal Jepang memiliki keunggulan mutlak melalui reputasi yang sudah terbangun puluhan tahun serta jaringan layanan purna jual yang tersebar luas di seluruh pelosok negeri. Hal ini membuat konsumen Jepang cenderung tetap setia pada merek domestik meskipun gempuran kendaraan listrik dari China terus meningkat.

Data menunjukkan dinamika yang menarik di mana BYD mencatatkan pertumbuhan pendaftaran kendaraan sebesar 42,7 persen pada semester pertama tahun 2026 dibandingkan periode sebelumnya. Namun perlu dicatat bahwa pertumbuhan ini tidak sepenuhnya didorong oleh mobil listrik murni. Sebagian besar angka tersebut justru disumbang oleh model SUV SEALION 6 yang menggunakan teknologi Plug-in Hybrid atau PHEV. Fenomena ini mengindikasikan bahwa masyarakat Jepang masih ragu untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai.





































