Mobil Bensin Tapi Listrik yang Gerak Kok Bisa

Author Image

Masih Lionel

6 Agustus 2026, 05:06 WIB

wartakini.id – BYD kembali menggebrak pasar otomotif dengan inovasi Dual Mode DM yang diklaim mampu memangkas biaya operasional kendaraan hingga 66 persen dibanding mobil bensin konvensional. Teknologi canggih ini menjawab kebingungan publik seputar beragam jenis mobil hibrida yang kini membanjiri jalanan.

Pabrikan asal Tiongkok ini secara lugas membagi kategori kendaraan menjadi empat jenis utama. Pertama ICE atau Internal Combustion Engine yakni mobil bensin murni yang dikenal boros bahan bakar dan menghasilkan emisi tinggi. Kedua HEV atau Hybrid Electric Vehicle model hibrida standar dengan konsumsi bahan bakar yang lebih moderat. Ketiga PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle kategori di mana teknologi Dual Mode BYD berada. Kendaraan ini menawarkan fleksibilitas pengisian daya baik di SPBU maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum SPKLU serta dikenal memiliki emisi gas buang yang rendah. Terakhir BEV atau Battery Electric Vehicle mobil listrik penuh yang sama sekali tidak menghasilkan emisi.

Mobil Bensin Tapi Listrik yang Gerak Kok Bisa
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Teknologi Dual Mode DM dari BYD ini beroperasi dengan empat skema kerja cerdas yang disesuaikan kondisi berkendara. Mode EV menjadi andalan saat baterai berada di rentang 25 hingga 100 persen. Dalam mode ini mesin bensin sepenuhnya nonaktif dan roda digerakkan murni oleh motor listrik memungkinkan perjalanan hingga sekitar 110 kilometer tanpa setetes pun bahan bakar.

Selanjutnya ada Mode HEV Series yang aktif ketika kendaraan membutuhkan daya kecil. Pada kondisi ini mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai sementara motor listrik tetap menjadi penggerak utama roda. Sementara itu untuk kebutuhan tenaga ekstra besar Mode HEV Parallel akan mengambil alih. Di sini mesin bensin dan motor listrik bekerja secara simultan bahu-membahu menggerakkan roda untuk performa maksimal.

Related Post