Wartakini.id – PLN menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi energi hijau di Indonesia. Lewat Media Roundtable bersama empat startup – Maka Motors, Dayagreen, Gree, dan 360E – PLN memaparkan strategi percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dukungan PLN terhadap startup lokal dalam mengembangkan inovasi di sektor energi hijau.

Related Post
Pertumbuhan industri EV di Indonesia yang pesat sejalan dengan target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060. Namun, ketersediaan infrastruktur pengisian daya menjadi tantangan. Ririn Rachmawardini, EVP Divisi Pengembangan Produk Niaga PLN, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 2.667 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan PLN menargetkan penambahan 1.100 unit SPKLU pada 2025. Penambahan ini bertujuan untuk mengurangi antrean pengisian daya dan mempercepat adopsi EV secara menyeluruh.

Abdan Hanif Satria, EVP Pengembangan Bisnis Korporat dan Investasi PLN, menekankan peran PLN bukan hanya sebagai fasilitator, tetapi juga pemimpin dalam pengembangan teknologi EV dan energi terbarukan. Kolaborasi dengan startup dinilai krusial untuk menghadirkan solusi progresif dan berkelanjutan. Raditya Wibowo, CEO Maka Motors, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan PLN sangat penting bagi pengembangan kendaraan listrik yang hemat energi dan berperformansi tinggi.
Fokus pada energi terbarukan juga menjadi kunci. Green distributed power generation, misalnya, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan energi di daerah terpencil. PLN Icon Plus bahkan berencana membangun instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berskala besar di Bali untuk mencapai efisiensi pemakaian listrik hingga 75%. Irwan Sukma, Chief Operating Officer 360E, menambahkan bahwa green distributed power generation merupakan solusi penting untuk transisi energi yang merata di Indonesia. Kolaborasi dengan PLN membuka peluang besar untuk mengimplementasikan solusi berbasis energi terbarukan di berbagai wilayah.









Tinggalkan komentar