Nasib Produksi KTM di Tengah Isu Relokasi

Author Image

Masih Lionel

13 Oktober 2026, 21:06 WIB

wartakini.id – Kabar mengejutkan datang dari dunia otomotif global terkait masa depan pabrikan motor legendaris KTM. Setelah sempat terpuruk dalam badai krisis keuangan yang mencekam selama hampir dua tahun terakhir, raksasa motor asal Austria ini akhirnya mulai menunjukkan geliat kebangkitan dengan kembali meraup keuntungan. Namun, di balik kabar baik tersebut, sebuah isu panas justru mencuat ke permukaan.

Spekulasi liar beredar mengenai kemungkinan pemilik KTM, yakni Bajaj Auto asal India, akan memindahkan seluruh pusat produksi sepeda motor dari Austria ke tanah India. Rumor ini sempat memicu kekhawatiran bagi para penggemar dan pekerja di Mattighofen. Menanggapi kegaduhan tersebut, CEO KTM Gottfried Neumeister langsung angkat bicara untuk meluruskan situasi.

Nasib Produksi KTM di Tengah Isu Relokasi
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Neumeister dengan tegas membantah keras isu relokasi tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh operasi produksi akan tetap berpusat di Austria. Menurutnya, Bajaj Auto justru telah memberikan jaminan kuat untuk menjaga Austria sebagai jantung utama pengembangan teknologi dan rekayasa motor KTM.

Kekuatan utama KTM terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Saat ini, terdapat lebih dari 440 insinyur ahli di Austria yang menjadi otak di balik lahirnya motor-motor berperforma tinggi. Keahlian teknis para tenaga kerja inilah yang dianggap sebagai aset tak ternilai agar KTM tetap mampu bersaing di pasar internasional.

Meski kini berada di bawah naungan Bajaj, manajemen KTM menegaskan bahwa mereka memiliki otonomi penuh dalam menentukan kebijakan operasional. Neumeister bahkan menyebut telah mendapat lampu hijau dari perusahaan induk untuk membentuk tim manajemen independen. Langkah ini diambil guna memastikan arah perusahaan tetap fokus tanpa adanya intervensi langsung dari pihak pemilik.

Perlu diingat bahwa perjalanan KTM tidaklah mulus. Perusahaan ini sempat berada di ambang kehancuran akibat beban utang yang sangat besar sejak akhir tahun 2024, sebelum akhirnya berhasil menemukan titik terang melalui pemulihan finansial saat ini.

Related Post